Never Heard #Diari090118
#DeleteSoon Sore ini, lagi-lagi saya tertampar. Bingung menjelaskan dalam bahasa yang bagaimana agar tidak terjadi kesalah pahaman antara penulis dan pembaca, serta barangkali dengan orang yang terkait (apabila ternyata juga ikut membaca). Sedikit bercerita dulu. Pada dasarnya, saya bukanlah orang yang cakap dalam menyampaikan sesuatu. Kebiasaan saya yang sedari dulu kerap diam memendam pikiran saya, terbawa hingga dewasa. Perasaan sedih bahkan tertekan saat kalah telak dalam beradu argumen tentu ada, namun apa daya, kemampuan bicara saya tidak secakap pikiran-pikiran saya. Dalam hati berkata apa, yang keluar hanya kata-kata tidak bermutu. Hingga akhirnya, sampai kini pun, suara saya hanya akan dianggap angin lalu dan tidak lain hanyalah “omong kosong” atau “ucapan anak 18 tahun yang sok tahu”. Pada akhirnya, setahun lalu di kelas 3 SMA, saya bertemu dua teman yang lumayan banyak memberi penilaian dan masukan terhadap diri saya. Salah satunya adalah ‘Berani untuk ...
